Lelah
24 Agustus 2008
Aku lelah
akan selalu mengalah
Pada kenyataan hidup
Yang senantiasa redup
Cahaya pun enggan tuk hampiri
berjuta sisi gelap diri
Ingin aku jatuh
mendarat di atas pesona cintamu
Yang selalu buatku terlupa
akan deru napas waktu
memburu seluruh nafsuku
Terus menerus menggerus rapuhnya hati
Kurasakan lelah ini tiada akhir
seperti jalan tak berujung
kucoba menemukan ujung hidupku
tempat bersandar dan bercerita
sampai akhir ku menghadap Sang Raja
Entry Filed under: Puisi sedih. Tag: harapan, lelah, Puisi, Sedih.
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
lischantik | Oktober 12th, 2008 at 10:59
Andai Hidup ini tak ada luka, andai hidup ini tiada derita tak kan perlu ada airmata
2.
srocates | Januari 26th, 2009 at 23:17
kunjungi http://www.soekaboemi.com mohon kritik dan saran
3.
Acosto | September 17th, 2009 at 08:05
Andai Hidup ink tak ada luka, andai hidup in8 tiada derita tak kan perlu ada airmata;