• 24

    Aug

    Lelah

    Aku lelah akan selalu mengalah Pada kenyataan hidup Yang senantiasa redup Cahaya pun enggan tuk hampiri berjuta sisi gelap diri Ingin aku jatuh mendarat di atas pesona cintamu Yang selalu buatku terlupa akan deru napas waktu memburu seluruh nafsuku Terus menerus menggerus rapuhnya hati Kurasakan lelah ini tiada akhir seperti jalan tak berujung kucoba menemukan ujung hidupku tempat bersandar dan bercerita sampai akhir ku menghadap Sang Raja
  • 30

    Jul

    Pedih Perih Tak Terkira

    Secara jalan hidupku memang penuh tragedi, hampir 80 % puisi-puisiku berisi keputusasaan, kepedihan, Kesendirian, dan kesengsaraan. Hal ini sudah ditebak oleh teman chat OL ku yang kukirimi sebuah puisi : “puisi putus cinta yah…?” ha ha ha…. Tapi inilah sisi melankolis hidupku. Pedih Perih Tak Terkira Seperti luka bakar tersapu air lalu dibaluri bubuk bara kutersiksa hingga ke titik nadir Hilang rasa pedih aku tertidur lama dan bermimpi aku tenggelam dalam lautan tak bertepi kucoba mengapung tapi kurasa tiada daya lagi lalu kubiarkan tubuh ini menyentuh dasar laut dan mati
  • 30

    Jul

    Agit puitis? Masa sih...

    Kenalin dulu…nama saya agit ariffiandi. Terlahir di bandung 20 Nopember 1979 silam, adalah anak manusia yang biasa-biasa saja. Saat beranjak remaja saya sudah terbiasa membaca. Bacaan apa pun saya lahap, termasuk buku bahasa inggris pertama saya, yaitu david copperfield-nya Charles Dickens. Lalu merambah ke novel-novel berat Agatha Christie, yang ternyata disadari bahwa membaca novel berarti mengenal seorang perempuan lebih dalam. Kenapa begitu? Karena wanita atau perempuan memiliki sisi melankolis dan tingkat kecerdasan yang tinggi dari membaca novel, sementara yang tidak hobi membaca novel (menurut pendapat saya) mungkin termasuk tipikal wanita yang pembosan dan sedikit bodoh. no offense yah…he he he… kegemaran membaca menularkan kegemaran lain yang ternyata cukup men
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post